Mengurangi Timbunan Lemak dalam Tubuh

Written by Elzan Yahya on . Posted in Info Sehat

Banyak orang khususnya para wanita sangat benci jika melihat tubuhnya dipenuhi oleh timbunan lemak. Berbagai cara dari mulai yang masuk akal hingga tidak masuk akal mereka lakukan demi memiliki tubuh yang langsing dan ideal demi Mengurangi Timbunan Lemak dalam Tubuh. Namun, perlu diketahui bahwa lemak di dalam tubuh bukanlah musuh kita, kita sangat membutuhkan lemak, lemak memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh kita – di antaranya untuk : Sumber energi, pembentukan sel, pengatur suhu tubuh, melancarkan buang air besar dan menjaga organ-organ vital tubuh.

Jika kita benar-benar ingin memiliki tubuh yang ideal maka pola pikir kita selama ini untuk memerangi lemak haruslah segera diubah. Lemak jangan dijadikan lagi sebagai musuh utama tetapi pola hidup kitalah yang harus diperhatikan. Mitos yang beredar di masyarakat bahwa minum air putih secara rutin serta berkelanjutan dapat melangsingkan tubuh tidaklah benar karena sifat lemak yang tidak mudah lebur dalam air sehingga membuatnya sulit untuk dihilangkan. Berikut ini ada beberapa cara mudah yang bisa kita coba terapkan dalam keseharian kita agar lemak dalam bagian tubuh tertentu dapat cepat dikurangi:

1. Menghindari stres

Apa ada kaitannya stres dengan bertambahnya lemak dalam tubuh? Tentu saja ada. Bagaikan hukum sebab akibat, stres yang sedang dialami biasanya membuat seseorang tidak lagi memperhatikan gaya hidup serta pola makannya. Stres dapat membuat seseorang malas untuk melakukan aktifitas apalagi untuk sekedar berolahraga, sehingga kalori yang diserap oleh tubuh dari makanan tidak terbakar dengan baik akibatnya menjadi lemak dan menumpuk di area-area tertentu tubuh seperti di perut, lengan, dagu dan paha.

2. Menghitung asupan kalori harian

Pertimbangkan dengan seksama asupan kalori kita bila ingin mendapatkan hasil yang maksimal, ada banyak sumber referensi yang bisa kita gunakan salah satunya seperti di http://health.kompas.com/read/2013/11/16/0852354/Cara.Cermat.Hitung.Kebutuhan.Kalori.Harian, namun untuk lebih jelasnya dan supaya kita bisa lebih bersemangat kita dapat mengunjungi dokter ahli gizi.

Incoming search terms:

Apa itu Indeks Glikemik (GI)?

Written by Elzan Yahya on . Posted in Info Sehat

Sudah pernah dengar tentang indeks glikemik?
Kalau belum, silahkan simak apa itu indeks glikemik berikut ini.

Indeks Glikemik atau Glycemic Index (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya, skala yg digunakan adalah 0-100.

herbalife-shake-teruji-rendah-GIMakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, makin cepat dampaknya terhadap kenaikan gula darah.

Makanan dibagi ke 3 kategori: Index glikemik rendah, sedang dan tinggi.

Dalam bahasa simpelnya, Makanan dg GI Tinggi akan cepat menaikkan kadar gula dan insulin. Anda akan cepat lapar. biasanya 1-2 jam setelah makan makanan ini teman-teman akan ngerasa lapar.

GI sedang adalahh makanan yang biasanya bertahan 2-3 jam baru teman-teman lapar lagi.

Sedangkan makanan dg GI Rendah akan bertahan selama 3-4 jam karena makanan dg GI rendah akan lebih lambat dicerna dan akan menjaga kadar gula dalam darah teman-teman tetap berada di batas normal. Untuk mereka yang berniat menjaga kesehatan, berat badan ideal dan bahkan yang ingin turun berat badan, ini adalah makanan yang lebih banyak perlu dipilih.

Untuk beberapa contoh daftar makanan dengan beberapa index glikemik, silakan baca lebih lanjut.

Incoming search terms:

Jangan Tidur Terlalu Larut, Bahaya Kanker Hati!

Written by Elzan Yahya on . Posted in Info Sehat

Semalam sewaktu buka-buka Facebook, saya menemukan artikel yang cukup menarik tentang “Kanker Hati”. Ternyata tidur terlalu larut bisa membahayakan hati kita. Berikut ini saya share tulisan tersebut.

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT)*, tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!!

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK. Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan! Para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

hatiPencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan. Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hampir 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis.

Pasien sangat terperanjat, “Bagaimana mungkin? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”

Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “normal”. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita (Taiwan karena penulis berdomisili disana, tetapi juga termasuk masyarakat Indonesia salah memahami).

Incoming search terms:

Tak Hanya Menjadi Langsing, Diet Juga “Mencerdaskan” Otak

Written by Elzan Yahya on . Posted in Info Sehat

Menjaga pola makan memang bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Tapi bukan itu saja lho manfaatnya. Diet ternyata bisa bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak kita. Mulai dari mengingat pesan hingga konsentrasi lama bisa dilakukan jika kita mengonsumsi makanan yang sehat. Berikut ini manfaat Diet: Tak Hanya Menjadi Langsing, Diet Juga “Mencerdaskan” Otak.

1. Meningkatkan Konsentarasi

Konsentrasi yang baik dipengaruhi oleh penyimpan pesan antara sel otak. Dalam sel otak terdapat serabut saraf yang bisa membantu menyebarkan pesan ke seluruh tubuh. Untuk membentuk serabut ini, dibutuhkan substansi lemak yang disebut Myelin.

Myelin bisa didapat dengan mengonsumsi omega 3 yang terkandung dalam ikan. Inilah mengapa suplemen yang berasal dari minyak ikan bisa laris di pasaran. Karena minyak ikan dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi seseorang.

gagal-diet-hancurkan-tubuh-dan-otak2. Memperbaiki Mood

Dalam otak, terdapat sel yang disebut neurotransmitters. Sel ini memainkan peran penting dalam mood.

Dalam neurotransmitter terdapat dopamine. Menaikkan level dari dopamine bisa menambah perasaan antusias dan kesenangan seseorang. Serta mengurangi tingkat dari perasaan kesepian, sedih, dan bosan.

Dopamine bisa didapat dengan memakan makanan secara perlahan, dan mengonsumsi makanan kaya akan protein seperti telur, kacang, daging, dan almond. Selain itu, cokelat juga bisa menaikkan sel dopamin.

Selain dopamine, serotonin juga dipercaya bisa membuat Anda merasa bahagia dan mengurangi peraaan cemas. Mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dipercaya dapat meningkatkan level serotonin secara cepat.

Puasa Turun Berat Badan, Lebaran Naik Lagi! AWAS BAHAYA!

Written by Elzan Yahya on . Posted in Info Sehat

Puasa di bulan Ramadan kerap dijadikan sebagai salah satu cara mudah menurunkan berat badan. Nah, jika sebulan Puasa Turun Berat Badan, Lebaran Naik Lagi! AWAS BAHAYA! Kenapa berbahaya? Simak tulisan berikut.

“Berat badan naik turun saat puasa bisa dikatakan sebagai diet yoyo, yaitu adanya perubahan berat badan secara fluktuatif. Saat yoyo diet terjadi perlu diperhatikan berapa kg berat badan yang naik dan yang turun,” ujar ahli gizi Mochamad Aldis Rusliadi, SKM, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (6/8/2014).

Menurut Aldis, saat berat badan yang naik turunnya btimbangan-berat-badanerada di kisaran 2 kg maka masih berada di tahap standar dan tidak berisiko. Namun jika naik turunnya lebih dari itu perlu diperhatikan sebab risiko yang terjadi adalah bisa saja berat badan akan bertambah jauh lebih banyak dan menyebabkan kegemukan, bahkan bisa mengakibatkan munculnya risiko penyakit jantung koroner.

“Yang sering dilupakan adalah berat badan saat puasa turun bukan karena massa lemak yang turun melainkan massa otot. Pada saat puasa karena tidak makan maka cadangan makanan diambil dari massa otot. Oleh sebab itu saat puasa harusnya diimbangi dengan berolahraga,” papar Aldis.

Sementara itu dokter gizi dari RS Pertamina, dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, menjelaskan bahwa saat puasa kita terbiasa dengan asupan kalori yang sedikit, jadi metabolisme tubuh menjadi melambat (flow). Begitu Lebaran, kita sudah bisa makan banyak dalam artian sudah bisa makan teratur. Nah, biasanya setelah puasa dan Lebaran kita tidak sempat melakukan olahraga, jadi metabolisme berjalan tidak sempurna dan makanan mudah tersimpan dalam bentuk lemak.

“Selain itu, pada saat Lebaran biasanya banyak makan makanan dengan kalori tinggi seperti kacang-kacangan, kue dengan gula tinggi, opor atau rendang yang mengandung santan. Saat lebaran orang sering balas dendam karena tidak mengonsumsi banyak makanan selama bulan. Itulah kenapa berat badan kerap naik pascapuasa,” lanjut dr Titi.

Incoming search terms:

eXTReMe Tracker